Labels

Kamis, 13 Februari 2014

1000 vs 100000

oot dulu dah,,,,,

Kisah uang Rp 1.000 dan Rp 100.000

Uang Rp.1000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.

Kemudian Uang Rp.100.000 bertanya kepada yang Rp.1000, “Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis…? “

Dijawablah oleh Rp. 1000, “Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.”

Lalu Rp.1000 bertanya balik kpd Rp.100.000, “Kenapa kamu kelihatan masih baru, rapi dan tidak banyak berubah sejak keluar dari bank? “

Dijawab oleh Rp. 100.000, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restoran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.”

Lalu Rp.1000 bertanya lagi, “Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?“

Dijawablah, “Belum pernah.”

Rp.1000. pun berkata lagi, “Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir di Masjid-masjid, dan di tangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kpd Allah, Aku tidak dipandang manusia bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat…”

Setelah mendengar perkataan dari uang seribu itu, uang seratus ribu akhirnya menangis karena merasa besar, hebat, tinggi akan tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini.

Subhanallah....

Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki yang berlimpah dan halal, sehingga kita berkesempatan untuk bersedekah. Aamiin.

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kontrak VR 46 2012

 
Ini dia berita yang ditunggu-tunggu dikalang para pecinta MotoGP, dengan kepindahan kembali vale ke pabrikan Yamaha Factory Racing, mudah-mudahan tontonan tidak lagi membosankan... 

Selasa, 07 Juni 2011

Jumat, 22 April 2011

Soal UN SMA/MA/SMK Siap Didistribusikan

akarta -  Proses pencetakan soal Ujian Nasional (UN) 2011 untuk jenjang SMA/SMK/MA telah selesai dilakukan. Saat ini soal-soal tersebut sedang dalam proses pengepakan. Gambaran tersebut diperoleh saat Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh melakukan inspeksi ke percetakan Balai Pustaka, yang terletak di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta, Sabtu (9/04).
Mendiknas menyampaikan, percetakan merupakan salah satu titik rawan kebocoran soal. Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, saat ini ada kode khusus yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Jadi jika benar soal tersebut bocor, maka akan dicari pemilik kode tersebut.
"Jangan sampai masyarakat terjebak spekulasi bahwa soal bocor, kita berusaha mengamankan di setiap titik yang berpotensi kebocoran," ujar Mendiknas seusai meninjau percetakan.
Selain percetakan, titik rawan kebocoran berikutnya adalah distribusi dan rayon. Oleh karena itu Kemdiknas telah bekerja sama dengan kepolisian untuk mengawal pendistribusian soal sampai ke rayon dan tempat pelaksanaan ujian.
"Untuk wilayah Jakarta, akan didistribusikan pada tanggal 17 April pagi, dan khusus kepulauan seribu pada 17 April pukul 04.00 WIB," kata Syaiful Bahri, pengawas dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Pembantu Rektor I Universitas Negeri Jakarta Supriyanto mengatakan, untuk daerah DKI Jakarta telah dicetak delapan juta halaman soal untuk SMA/SMK/MA, dan 12 juta halaman untuk SMP/MTs. Supriyanto juga menyebutkan, peserta UN SMA tahun ini berjumlah 53.937 siswa, SMK 63.382 siswa, MA 4.679 siswa, dan SMALB 141 siswa.
Mendiknas menjelaskan, untuk UN tahun ini telah disiapkan lima tipe soal dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap mata pelajaran yang di ujikan. Dari 20 siswa dalam satu kelas, hanya empat siswa akan mengerjakan soal yang sama. Sasarannya, kata Mendiknas, adalah untuk meningkatkan kredibilitas UN. "Tingkat kesulitan semua tipe soal adalah sama, dan untuk teknis pengaturannya random dengan mengambil jarak terjauh antara tipe soal yang sama," kata Mendiknas.
Nilai kelulusan siswa bergantung pada dua komponen, yaitu UN dan ujian sekolah dengan komposisi 60 dan 40 persen. Mendiknas memastikan akan memberikan sanksi jika terjadi manipulasi guna mendongkrak nilai ujian sekolah siswa. "Kalau ada manipulasi, jelas ada sanksi. Sanksi Administratif bagi kepala sekolah, dan sanksi akademik bagi yang melakukan kecurangan dengan penghapusan nilai ujian sekolahnya," kata Menteri Nuh menegaskan. (aline)
Sumber : www.kemdiknas.go.id

Senin, 28 Maret 2011

Radiasi dari Jepang Juga Sampai ke Filipina

Tokyo - Radiasi dari PLTN Fukushima, Jepang terus meluas. Radiasi dalam jumlah kecil juga terdeteksi di Filipina. Namun ditekankan, radiasi tersebut tidak mendatangkan bahaya bagi manusia.

"Kami telah mendeteksi isotop, namun kami ingin meminta publik untuk tidak panik," ujar Tina Cerbolis, juru bicara Institut Riset Nuklir Filipina kepada kantor berita AFP, Selasa (29/3/2011).

"Itu jumlah yang sangat kecil di udara," imbuhnya.

Dalam pemberitahuan yang dirilis hari ini, institut tersebut menyatakan, radiasi tersebut berasal dari PLTN Fukushima yang mengalami kebocoran sejak kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami Jepang pada 11 Maret lalu.

Sebelumnya, China dan Korea Selatan (Korsel) yang terletak lebih dekat ke Jepang, juga telah melaporkan adanya yodium-131 radioaktif yang terdeteksi dalam udara. Diingatkan bahwa radiasi berlevel rendah itu tidak berbahaya bagi manusia.

(ita/nrl)
sumber : detikNews